n daya saing tapi perlu di imbangi berbagai elemen penunjang seperti :
1. Tingkatkan Kualitas Produk dan Layanan
Kualitas merupakan elemen utama bagi peningkatan daya saing suatu produk consumer. Suatu produk dapat lebih
mudah memenangkan tingkat persaingan yang kian ketat di pasaran bila kualitasnya selalu terjaga. Namun pengertian
kualitas dalam era globalisasi dewasa ini tidak hanya terbatas pada Kualitas Produk yang ditawarkan, namun juga
meliputi Kualitas Layanan yang menyertai penjualan suatu produk consumer. Bila dulu konsep pemasaran konvensional
dapat secara tegas membedakan antara perusahaan penjual produk dengan perusahaan penjual jasa, maka kini
pembedaan seperti itu tidak lagi dapat diberlakukan bila suatu perusahaan ingin dapat meningkatkan daya saingnya.
Saat ini seluruh perusahaan, baik perusahaan penghasil produk maupun penjual jasa, haruslah bersikap sebagai “The
Real Service Company” bagi para konsumennya guna dapat memenangkan tingkat persaingan yang semakin tajam
serta meraih loyalitas konsumen.
2. Tanamkan Nilai-nilai Utama
Nilai yang dikandung suatu produk juga merupakan elemen penting untuk meningkatkan daya saing produk tersebut.
Namun seperti halnya kualitas, telah terjadi pergeseran pengertian Nilai dari suatu produk. Nilai suatu produk konsumer
tidak lagi hanya ditentukan dari kualitas yang baik maupun harga murah saja, tetapi juga ditentukan oleh sederetan faktor
penentu nilai lainnya seperti kemudahan pembelian (convenience of purchase) yang terkait dengan ketersediaan
(availability) suatu produk dipasaran serta jalur distribusi yang baik serta tingkat pelayanan yang memuaskan (service
excellence).
3. Tetapkan Posisi (Positioning Statement) yang tepat
Penetapan Posisi sangat diperlukan untuk dapat melahirkan citra (image) akan produk / jasa yang diharapkan.
Positioning Statement yang jelas akan mempermudah arah penetapan strategi pemasaran suatu produk serta
memperjelas target pasar yang akan dibidiknya. Dengan demikian dapat terhindar inefficiency dalam menjalankan
program-program promosi. Untuk dapat lebih meningkatkan daya saing suatu produk saat dipasarkan, usahakan
penetapan positioning yang unik dan berbeda dengan positioning produk pesaing. Suatu produk yang dapat
memposisikan dirinya sebagai Leader dan Trend Setter (bukan hanya sekedar follower) akan lebih mudah untuk dapat
meraih pangsa pasar.
4. Ciptakan Brand Equity yang kuat
Brand equity hanya dapat tercapai bila konsumen merasa puas dan mendapat kepastian jaminan, yang tentunya tidak
terlepas dari kualitas maupun nilai tambah dari produk yang ditawarkan serta kualitas dari layanan yang menyertai
penjualan produk tersebut Untuk mendapatkan Brand equity yang kuat, maka suatu Brand haruslah dapat menembus
batas-batas emosional target pasarnya. Dengan demikian suatu Brand yang memperoleh pengakuan kuat dari
konsumennya adalah Brand yang dapat diterima oleh hati konsumennya, bukan sekedar diterima oleh akal. Oleh karena
itu perlu diciptakan program-program promosi maupun keperdulian terhadap konsumen (customer care) yang
dapat membangun suatu keterikatan emosional antara Brand dengan konsumen / target pasarnya.
5. Jalankan Program Promosi dan Customer Care
Agar lebih efektif maka program pemilihan promosi maupun program keperdulian pelanggan (customer care) haruslah
tepat dan sesuai dengan kategori pelanggan yang dituju. Untuk pelanggan yang sudah pernah membeli produk dari suatu
brand (present customer), tidak diperlukan program promosi yang hanya menjelaskan manfaat produk / jasa secara
umum, karena mereka tentunya sudah mengetahui dengan jelas manfaat yang diberikan. Yang diperlukan adalah
program promosi serta customer care yang dapat merangsang present customer melakukan re-selling dan bahkan loyal
terhadap brand tersebut, seperti pemberian point dalam setiap pembelian produk yang dapat ditukarkan dengan produk
senilai tertentu sesuai dengan jumlah point yang terkumpul.
SHARING CABANG
4
Edisi Maret 2009 - Source of Growth
Sedangkan untuk strong potensial customer (calon pelanggan yang memiliki potensi besar membeli produk yang
ditawarkan), lebih tepat bila diberikan program promosi yang dapat menjelaskan nilai tambah yang diperoleh dari produk /
jasa tersebut untuk meningkatkan awarness mereka.
Adapun untuk fair potensial customer (calon pelanggan yang mungkin dapat tertarik untuk membeli produk yang
ditawarkan), cukup dengan program promosi umum yang menjelaskan manfaat dari produk / jasa tersebut untuk dapat
meraih awareness mereka.
Disamping program-program promosi yang tepat, maka program kepedulian pelanggan (customer care) perlu pula
dijalankan untuk dapat membangun hubungan keterikatan emosional pelanggan, khususnya pelanggan lama (present
customer) terhadap suatu brand untuk meraih loyalitas mereka. Hal ini diperlukan mengingat biaya yang diperlukan untuk
meraih pelanggan baru jauh lebih besar dibandingkan biaya yang diperlukan untuk mempertahankan pelanggan lama,
karena untuk dapat meraih pelanggan baru suatu perusahaan masih harus membangun tingkat awarness mereka akan
brand tersebut dari awal. Dengan mempertahankan pelanggan lama (present customer), perusahaan sudah dapat
langsung menikmati marjin keuntungan (profit) yang lebih tinggi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar